Get Adobe Flash player
September 2017
M T W T F S S
     
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Seminar Internasional

TEMA SEMINAR

“KEBERAGAMAN DAN MAKNA NILAI KEARIFAN LOKAL SEBAGAI SUMBER INSPIRASI DALAM PEMBELAJARAN SENI BUDAYA YANG BERMARTABAT DALAM JAGAD PENDIDIKAN KITA DI TENGAH KEGALAUAN KAPITALISME”

LATAR BELAKANG

Tantangan yang dihadapi manusia di era globalisasi ini sangatlah kompleks. Hal tersebut terlihat dari tingginya pergulatan antara nilai-nilai lokal dan nilai-nilai global yang secara perlahan memasuki segenap sendi-sendi kehidupan manusia. Pengaruh globalisasi tidak dapat ditolak semua ini adalah sebuah pertanda tibanya zaman baru yang membawa perubahan di segala aspek kehidupan, baik aspek sosial, pendidikan, maupun aspek budaya masyarakat secara keseluruhan.

Salah satu wujud globalisasi yang sangat mendominasi dalam kehidupan manusia adalah adanya persaingan yang tinggi. Kapitalisme merupakan salah satu wujud globalisasi yang sedang terjadi. Masyarakat kapitalisme dibangun di atas iklim persaingan yang tinggi. Di dalamnya selalu ada strategi untuk menciptakan persaingan dalam gaya hidup antarkelas, antargolongan, antartetangga, bahkan antarumur. Dalam kehidupan sosial persaingan tersebut dikonstruksi atas dasar budaya perbedaan penampilan, gaya hidup yang selalu dibuat berubah meninggalkan gaya hidup lama menuju gaya hidup baru. Diciptakan pula kegandrungan terhadap citra (image) ketimbang fungsi atau substansi. Begitu pula terhadap konsumsi yang tidak lagi berkaitan dengan kebutuhan fungsional, namun lebih condong pada pemenuhan secara material.

Menggali dan menanamkan kembali nilai-nilai kearifan lokal melalui pendidikan seni budaya yang diwujudkan dalam bentuk konsep dan perilaku seni, dapat dikatakan sebagai gerakan kembali pada basis nilai budaya sebagai bagian dalam upaya membangun identitas bangsa dan sebagai filter dalam menyeleksi pengaruh budaya “yang lain” dalam dunia globalisasi. Nilai-nilai kearifan lokal itu meniscayakan fungsi dan strategis bagi pembentukan karakter dan identitas bangsa. Pendidikan yang menaruh kepedulian terhadapnya akan bermuara pada hal di atas dan munculnya sikap yang mandiri, penuh inisiatif dan kreatif. Kearifan-kearifan lokal itulah yang membuat suatu budaya bangsa memiliki akar.

Berbagai paham yang hadir di dalam ruang globalitas telah berhasil menjadi magnet yang mampu menarik sebagian besar elemen masyarakat dunia. Bak trend-setter dalam dunia fashion, negara-negara kapitalis mampu merajai dan mencuri perhatian masyarakat untuk mengikuti lenggokan tubuh kapitalisme. Budaya hedonis dan keinginan untuk meletakkan kepentingan dunia di atas segalanya menjadi identitas yang ditonjolkan oleh paham ini. Hingga dapat dirasa, seakan-akan budaya lokal tengah berada di bawah bayang-bayang kedahsyatan kapitalisme.

Globalisasi menyebabkan pergesekan yang cukup tajam dan menelan budaya – budaya terdahulu dengan terobosan kapitalisme tersebut, berbagai keragaman bermunculan dan mengarahkan budaya tradisi ke jurang keterpurukan tanpa adanya landasan yang kokoh dari para masyarakatnya. Kebobrokan inilah yang akan menjadikan para generasi muda dalam kancah pendidikan mengalami kemerosotan krisis budaya, keterpurukan budaya tersebut akan bertambah jika tidak adanya kesadaran akan pentingnya memahami keberagaman dan makna kearifan lokal yang ada dalam seni budaya.

Namun demikian paham yang diperoleh dari negara-negara adikuasa tersebut sebenarnya hanyalah menjadi suatu politik makna yang memiliki ekspektasi untuk memperoleh pengakuan atas eksistensi dirinya. Kesenian dan kebudayaan merupakan bidang yang dapat digunakan untuk mewujudkan misi dunia untuk mengglobalkan apa yang dianggap lokal tanpa mengubah substansi yang dikandungnya. Karena kesenian dan kebudayaan sendiri memiliki kekuatan terbesar sebagai identitas suatu bangsa. Seni budaya membawa nilai-nilai tradisi yang telah dibangun oleh pendahulu-pendahulu yang memiliki cita rasa estetika yang tinggi sesuai dengan jati dirinya. Nilai-nilai spiritualitas dan humanitas menjadi ciri khas seni budaya lokal yang pantas dipertahankan dan dikembangkan ditengah globalisasi.

Pendidikan secara umum dianggap sebagai sarana untuk menanamkan nilai-nilai kebudayaan kepada generasi penerus bangsa. Khususnya pendidikan seni budaya yang telah mendapatkan ruang untuk mengaktualisasi dan mengeksplorasi diri terkait dengan nilai-nilai kearifan lokal.

Oleh karena itu sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan pelestarian nilai-nilai kearifan lokal di tengah globalsasi dan kapitalisme melalui pendidikan seni budaya ini, digelar sebuah seminar internasional yang mengangkat tema Keberagaman dan Makna Nilai Kearifan Lokal sebagai Sumber Inspirasi dalam Pembelajaran Seni Budaya yang Bermartabat dalam Jagad Pendidikan Kita di Tengah Kegalauan Kapitalisme.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>